Posted on Berikan komentar

Yuuk Belajar Tentang Pusar

Apa itu pusar??

Menurut Wikipedia Bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas ; pusar adalah suatu tanda lubang tertutup di atas perut, yang dibuat oleh sengaja ketika tali pusar dilepas dan digunting dari perut bayi yang baru lahir agar terlepas dari plasentanya pada saat setelah keluarnya plasenta. Semua makhluk mamalia yang berplasenta pasti akan mempunyai pusar. Pada hewan umumnya pusar hanya terlihat seperti garis tipis yang samar. (https://id.wikipedia.org/wiki/Pusar)

Pada saat bayi masih dalam kandungan, bayi mendapatkan makanan melalui seutas tali. Dan ketika bayi tersebut lahir, tali tersebut dipotong, karena sudah tidak diperlukan lagi. Sisa potongan tersebut kemudian putus dan meninggalkan bekas, yang kemudian kita sebut sebagai pusar pada perut kita.

Bukan hanya pada bayi, beberapa binatang yang tumbuh dalam perut induknya, sebelum mereka lahir, mereka menerima makanan lewat seutas tali panjang. Kemudian, selama beberapa minggu setelah mereka lahir, dapat kita lihat bekas tempat adanya tali tersebut. Namun binatang – binatang yang menetas dari telur, seperti katak, tidak memiliki pusar.

Berhati – hatilah dengan pusarmu!

Kulit pusar merupakan bagian yang cukup sensitive oleh karena itu, kita harus menjaga kebersihannya dengan baik agar tidak menjadi tempat tumbuh kembang bakteri yang merugikan. Pusar kita lebih peka dari pada bagian perut lainnya lho! Jadi, kita harus membersihkannya dengan sangat hati – hati.

Mengapa pusar berdaki?

Sebenarnya, daki yang sering kita temui di dalam pusar kita hanyalah debu dan kotoran yang mengumpul disana. Jika pusar kita berlekuk dan mempunyai banyak lipatan, maka akan sangat mudah bagi kotoran – kotoran untuk mengumpul disana. Namun, jika kita membiarkan kotoran – kotoran tersebut menumpuk atau membiarkan pusar kotor, akan dapat menyebabkan pusar menjadi bau, bahkan infeksi.

Naah…sebenarnya bagaimana sih cara membersihkan pusar yang aman? Jawabannya sederhana, sebaiknya kita membersihkan pusar dengan cara tidak menggosoknya terlalu keras. Karena, hal tersebut justru akan membuat pusar menjadi lecet. Dan untuk pusar bayi, orang tua bisa membersihkannya dengan menggunakan minyak bayi (baby oil) dan kapas bertangkai.

Yuuk belajar lebih jelas lagi tentang pusar bersama  buku Tubuh Kita ; Widya Wiyata Pertama ; Ensiklopedia lengkap untuk anak dan keluarga.

Selamat belajar..

Hafiz Doll ID

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *