Posted on Berikan komentar

Sepenggal Cinta Keluarga Abu Bakar di Gua Tsur

Di belakang si Neng Hafizah Dokter, menjulang gagah Jabal Tsur. Gunung yang di dalamnya terdapat gua Tsur, gua tempat Rasulullah bersembunyi bersama Abu Bakar saat dikejar kaum kafir Quraisy.

Di gunung inilah, kisah tentang pembuktian cinta yang tak biasa dari keluarga Abu Bakar terhadap Rasulullah.

Abu Bakar, yang saat proses perjalanan menuju pendakian Jabal Tsur berjalan dan berlari mengitari Rasulullah; kadang di depan Rasul, kadang di belakang, tiba-tiba sudah di sebelah kanan, ujug-ujug pindah ke kiri Rasul.
Hingga Rasulullah bertanya, “Wahai Abu Bakar, kenapa kamu berjalan seperti itu?” lalu jawab Abu Bakar, “Sesungguhnya aku takut jika tiba-tiba ada musuh datang dari belakang, depan, kiri dan kananmu, wahai Rasulullah.”

Kemudian, saat Abu Bakar dan Rasulullah sampai di mulut Gua Tsur, Abu Bakar terlebih dahulu masuk. Diperiksanya keadaan di dalam gua, memastikan bahwa gua aman dan tidak ada binatang yang bisa menyakiti Rasulullah.

Ditutupinya lubang-lubang yang memungkinkan jadi tempat keluarnya hewan dengan kain-kain bekas, hingga tersisa 1 lubang dan kainnya habis. Lubang tersebut akhirnya ditutupi dengan kakinya.
Kemudian, ia baru memperbolehkan Rasulullah masuk, lantas tidur di atas pangkuannya. Tanpa diduga, dari lubang yang ditutup oleh kakinya, datanglah ular dan menggigit kaki Abu Bakar. Abu Bakar kesakitan, tapi dia menahan sakitnya karena khawatir Rasulullah terbangun. Hingga air matanya menetes sebab sakit yang tiada terkira.

Tetesan air mata tersebut mengenai pipi Rasulullah yang sedang tertidur di pangkuan Abu Bakar, hingga Rasul terbangun.

“Wahai Abu Bakar, mengapa engkau menangis?”

Abu Bakar menjawab, “Kakiku digigit ular dan aku tidak berani bergerak karena khawatir engkau terbangun, wahai Rasulullah.”

Allahu Akbar…! ???
Adakah manusia yang mencintai sahabatnya, seperti Abu Bakar mencintai Rasulullah?
Sungguh, cinta yang tak biasa…!

Lalu, dalam peristiwa Gua Tsur ini juga dikisahkan, anak Abu Bakar yang bernama Abdullah, yang setiap pagi hingga petang turun dari Jabal Tsur yang tinggi dan curam untuk berbaur dengan penduduk Mekkah. Pada malam harinya, ia kemudian naik lagi ke Jabal Tsur menuju Gua Tsur untuk memberi informasi terkini tentang Mekkah.

Sungguh, bukan hal mudah untuk Abdullah melakukan itu dalam kondisi gelap. Apalagi yang membuatnya mau melakukannya jika bukan karena cinta.

Dan, kisah mahsyur yang sering menjadi penyemangat para ibu hamil, yaitu Kisah Asma Binti Abu Bakar yang terkenal dengan julukan “Dzatin Nithaqain”, wanita dengan dua ikat pinggang. Yang dalam kondisi hamil tua, berjuang turun naik Jabal Tsur menuju Gua Tsur demi mengantar makanan untuk ayahnya dan Rasulullah. Dengan membelah ikat pinggangnya menjadi dua, satu untuk mengikat rantang makanan yang ia bawa dan satunya lagi untuk mengikat perutnya yang besar karena hamil tua.

Masya Allah… saya menangis saat diceritakan tentang keluarga pencinta Rasulullah ini oleh Kang Nugie.

Sungguh, ini kisah cinta yang tak biasa! ❤

-MM-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *