Posted on Berikan komentar

Bermain di Luar Ternyata Banyak Manfaatnya

“Jangan lari-lari, nanti jatuh! Jangan panas-panasan, nanti sakit! Jangan main hujan, nanti masuk angin! Jangan main tanah, nanti kotor!”

kebanyakan orangtua yang melarang anaknya untuk keluar rumah adalah takut kotor dan tertular penyakit atau hal yang berbahaya lainnya. Namun, tahukah Bunda bahwa bermain di luar rumah memiliki banyak manfaat bagi si kecil? Salah satunya adalah anak yang sering bermain di luar akan memiliki kekebalan tubuh yang lebih baik ketimbang dengan anak yang hanya bermain di dalam rumah.
Dengan bermain di luar rumah, anak akan lebih aktif dan kreatif untuk mengeksplor alam menjadi mainan mereka, dan tentunya hal positif yang dapat bunda dapatkan adalah anak tidak akan kecanduan gadget, yang radiasinya dapat mengakibatkan kerusakan mata pada si kecil.
Nah, itu baru sebagian kecil dari manfaat yang Bunda dapatkan ketika si kecil bermain di luar rumah.

Berikut manfaat main di luar rumah yang kami dapatkan dari https://hellosehat.com :

1. Mendukung Pertumbuhan Tulang Anak

Bermain di luar dapat meningkatkan pertumbuhan tulang anak karena terpaparnya anak dengan sinar matahari yang mengandung banyak vitamin D yang baik untuk tulang

2. Mendorong Anak untuk Olahraga

Dengan bermain di luar rumah akan mendorong mereka berolahraga dengan melakukan aktivitas berlari, melompat, bersepeda dan lain sebagainya.

3. Merangsang Kreativitas dan Imajinasi

Ketika bermain di luar rumah, anak akan dapat berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya, tidak hanya melihat, tetapi ia juga bisa menyentuh, mencium dan mendengar sehingga lebih banyak mengaktifkan indera mereka. Hal ini dapat membuat anak berpikir lebih luas, sehingga bisa meningkatkan daya imajinasi dan kreativitas pada diri si kecil.

4. Melatih Cara Berpikir Anak Untuk Menyelesaikan Masalah

Bermain di luar (apalagi dengan teman) dapat menciptakan tantangan tersendiri untuk anak. Anak menghadapi masalah yang nyata dibandingkan hanya memecahkan masalah di video game. Hal ini kemudian dapat melatih anak berpikir untuk memecahkan masalah mereka sendiri.

5. Melatih Kepercayaan Diri

Hal lain yang didapat anak ketika mereka bermain di luar rumah adalah kepercayaan diri yang tumbuh. Berinteraksi dengan dunia luar -dengan alam dan dengan teman bermainnya- dapat membangun kepercayaan diri anak secara perlahan. Anak butuh keberanian dan kepercayaan diri yang kuat untuk bertemu dan berinteraksi dengan orang baru, mengenal lingkungan baru.

Dengan begitu banyak manfaat yang didapatkan anak dengan bermain di luar, yuk Bun ajak anak bermain di luar.

-Cahya-

Posted on Berikan komentar

World Post Day

Hmm….adakah diantara kita yang tau, tentang salah satu hari besar internasional ini..??
Saya rasa tidak banyak, yang tau tentang Hari Surat Menyurat Intenasional ini, atau yang biasa disebut World Post Day, yaitu tiap tanggal 9 Oktober.

Mengapa tanggal 9 Oktober..??

~Jawabannya, karena tanggal 9 Oktober merupakan tanggal pendirian Serikat Pos Dunia (Universal Post Union – UPU) pada tahun 1874, dan kini, lebih dari 180 unit pos negara tergabung dalam serikat ini…

Apa yang dilakukan dunia pada tanggal ini…??

~Banyak hal, yang pada intinya, mendukung dan menyemangati perkembangan pos di wilayah mereka masing-masing.

Presiden biasanya akan memberikan pidato mengenai pentingnya peran jasa pos bagi negara, dan menganjurkan rakyatnya untuk lebih sering menggunakan jasa pos.

UPU (Universal Post Union) bekerja sama dengan UNESCO, menyelenggarakan kompetisi menulis surat untuk anak-anak dan remaja, untuk lebih menegaskan eksistensi penting pos dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Banyak Kantor Pos di dunia yang menerbitkan perangko-perangko khusus yang unik dan diproduksi dalam jumlah yang terbatas, yang membuat hari ini sekaligus sangat penting bagi orang-orang yang memiliki hobi filateli.

Beberapa negara bahkan menyelenggarakan pekan surat-menyurat internasional, yang juga pernah sangat lama dilakukan di Indonesia, dari tahun 1955 hingga 2003-2004.

Dahulu, PSMI (Pekan Surat Menyurat Internasional) ini rutin dilaksanakan, dan merupakan salah satu momen yang luar biasa spesial bagi kantor pos di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Pernahkah merasa, bahwa kita semua (dan para provider ponsel dan internet) telah membuat Kantor Pos Indonesia terpuruk..??

Dan meskipun Kantor Pos Indonesia telah banyak melakukan perubahan disana-sini, pelanggan mereka toh hanya yang itu-itu saja, orang-orang tua (yang mungkin belum mengenal perusahaan2 jasa pengiriman “made in” luar negeri), anak-anak kecil pembaca majalah (yang masih senang bersahabat pena, dengan teman2 di lain daerah, yang mungkin, alasan penggunaan posnya adalah, hanya kantor pos yang mereka tahu bisa mengirimkan surat, dan mungkin juga, paling murah), kantor-kantor pemerintah, tengkulak materai, dan tetangga-tetangga si kantor pos itu sendiri.

Berapa diantara para pengguna jasa pos yang masih menggunakan perangko..??

Sedikit, sekali. Perangko itu, kayak sudah ketinggalan zaman. Coba diingat, kapan terakhir kali kita membeli perangko, untuk mengirim surat atau kartu pos..?? Jawabannya mungkin akan cukup beragam bagi setiap orang, tapi memang, tak banyak yang merasa pernah membelinya, meskipun hanya dalam kurun waktu setahun terakhir ini.

Perangko, oh, perangko…

Paling tidak, masih ada yang membeli perangko, bahkan ketika kantor pos Indonesia menerbitkan paket perangko unik yang hanya berjumlah terbatas di seluruh Indonesia. Siapa yang membelinya..?? Ya, tentu saja para penggemar filateli, yang lagi-lagi, jumlahnya sudah tidak sebanyak dulu.

Spoiler for perangko-perangko zaman dulu:

Teknologi yang berkembang setiap detik ini, memang memberikan banyak kemudahan, dan terutama sekali, kecepatan. Dan dewasa ini, peran surat dan kartu pos tergantikan oleh e-mail, dan sms.

Bayangkan..!! Mengirimkan ucapan selamat hari raya menggunakan e-mail dan sms, sekarang ini dianggap sah-sah saja dan sopan-sopan saja.
Sungguh, sungguh memprihatinkan. Padahal, kalau kita mengingat zaman dulu (mungkin sepertinya sudah dulu sekali), Kantor Pos selalu dalam masa kejayaannya di tiap hari raya Idul Fitri dan Natal. Sampai-sampai, Kantor Pos selalu kewalahan, yang kemudian membuat surat-surat ucapan itu telat sampai ke penerima.

Sekarang ini, mungkin hanya pejabat-pejabat (beberapa hanya yang kolot), yang masih mengirimkan kartu ucapan lewat pos.
Sungguh ironis, sang primadona dahulu, kini mulai dilupakan orang.

Lalu, apa yang akan kita lakukan…??

Sebagai informasi saja, bagi yang belum tau. Telah banyak perubahan dan peningkatan layanan yang dilakukan Kantor Pos, terutama di kota-kota besar. Mulai dari penambahan jumlah loket, perbaikan fasilitas ruang antri (meskipun di beberapa tempat, Anda tidak perlu mengantri, karena terlalu sepi), hingga mempekerjakan teller yang cantik-cantik, dan ganteng-ganteng.

Sumber: WAG dan WWP