Ditulis pada

Pentingkah Sekolah Formal Untuk Anak? By Ismiyati Ismi – April 19, 2018

Maraknya homeschooling atau sekolah informal lainnya menjadi tren di masyarakat khususnya kota-kota besar saat ini. Selain kemudahan aksesnya, alasan kurikulum sekolah dasar yang dirasa membebani siswa juga menjadi poin penting terhadap keputusan orangtua dalam menyekolahkan anak-anak ke sekolah informal.

Saya pun sempat banyak menimbang, ngobrol dengan suami, dan mencari banyak informasi sebelum memutuskan apakah anak saya perlu sekolah formal atau homeschooling.

Tulisan ini bukan untuk mempertentangkan antara sekolah formal dan homeschooling. Setiap orangtua ingin yang terbaik untuk anaknya. Dan tulisan ini hanya sekedar berbagi pemikiran dan pengalaman tentang pilihan sekolah untuk anak.

Beberapa hal yang menjadi pertimbangan saya yang akhirnya memilih sekolah formal (berbasis sekolah alam) untuk anak sulung saya antara lain:
1. Saya hanyalah guru privat

Sebelum menikah dan mempunyai anak, saya adalah seorang pengajar di sebuah bimbel selama hampir 5 tahun. Namun, kapasitas saya tentu terbatas jika saya memilih mengajar anak saya atau sebagai guru mereka di rumah tanpa adanya guru lain bagi mereka. Saya merasa terlalu egois jika memaksakan agar anak saya homeschooling.

Bisa saja saya memanggil guru privat ke rumah, tapi lalu saya memikirkan alasan lainnya yang saya tulis pada poin-poin di bawah ini.
2. Belajar simpati dan empati

Saya mempertimbangkan bahwa kalau anak saya belajar sendiri di mana waktu dan tempat belajarnya bisa di-customize sesuai kemauan anak, ia tidak akan bertemu dengan orang-orang yang lebih dewasa dan teman sebayanya saat proses belajar. Saya berpikir di sekolah formal, anak saya bisa praktik secara langsung dalam bergaul dengan teman sebayanya dan belajar empati terhadap yang lainnya.

Anak-anak akan belajar menempatkan diri, menahan egonya, belajar menghargai orang lain, bahkan belajar memaafkan orang lain ketika mereka berinteraksi secara langsung dengan anak-anak seusianya dan para kakak kelas atau adik kelas mereka yang tidak bisa mereka temukan ketika menjalani homeschooling.
3. Anak bisa mengekspolarasi banyak hal

Pendidikan dasar bagi anak sangatlah penting sebagai media bagi mereka untuk mengesplorasi perkembangannya. Saya lebih memilih sekolah alam untuk anak saya di mana saya berharap anak bisa mengeksplorasi banyak hal tanpa harus terikat aturan sekolah yang monoton dan juga tetap bisa bersosialisasi dengan alam dan sesamanya.
4. Melatih disiplin anak

Ya, homeschooling memang menawarkan fleskibilitas, ia tidak terikat dengan jam belajar. Tapi, ketika ada gangguan, misalnya ketika anak tiba-tiba ngambek tentu kegiatan belajar bisa terhambat. Nah, di sekolah formal, anak-anak lebih terikat dengan peraturan dan jam belajar. Ini adalah salah satu cara untuk membantu mereka disiplin dan mematuhi aturan bersama.

Tips di atas hanyalah pengalaman saya. Tentu Bunda lainnya akan punya pertimbangan lain untuk memutuskan pendidikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Yang perlu dipahami adalah bahwa sekolah formal maupun informal (seperti homeschooling) punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dan apapun yang akhirnya dipilih untuk pendidikan anak-anak, orangtua tetap menjadi guru yang pertama dan utama bagi anak-anak. Tetap untuk menjadikan rumah sebagai madrasah bagi mereka.

Kopas dari :https://hafizfansclub.com/pentingkah-sekolah-formal-untuk-anak/

Ditulis pada

Ketika Anak Sering Bertanya

“Sudah, jangan bertanya terus! Mamah pusing, ah.”
.
Pernah kan orangtua berada pada kondisi seperti ini? Biasanya ketika lelah menjawab
pertanyaan anak yang bertubi-tubi. ๐Ÿ˜†
.
Misalnya, mereka bertanya darimana mereka berasal? Mengapa aku berbeda dengan adik perempuanku? Mengapa harus shalat? Dan, masih banyak lagi pertanyaan intelektual versi anak yang cukup membuat kepala orangtua ngebul, alias bingung mau jawab apalagi. ๐Ÿ˜ฃ
.
Aduh, daripada dijawab ngawur, ya lebih baik orangtua mencari tahu jawaban yang baik dan benar. Saya jadi ingat sebuah quotes.
.
“Jika anak hobby bertanya, berikan ia buku.” (anonim)
.
Nah, kebetulan kemarin ada teman yang bilang kalau paket buku terbitan Cordoba, yaitu Little Abid, dapat memecahkan masalah atas segala pertanyaan anaknya. Buku ini meliputi 4 topik penting pendidikan anak, yaitu Basic Knowledge, Life Skill, General Values dan Spiritual Values.
.
Iihh, jadi penasaran sama paket bukunya. Katanya sih, ada program arisannya. Iurannya hanya 260.000 per bulan. Waah, Insyaallah masih terjangkau harganya!
.
Karena membaca adalah hak setiap anak.
Mari, berikan hak mereka.
.
๐Ÿ’• mayang

Ditulis pada

KEUTAMAAN DAN KEBERKAHAN HARI SENIN DAN KAMIS Oleh Dr. Nashir bin โ€˜Abdirrahman bin Muhammad al-Judaโ€™i

Di antara keutamaan dan keberkahannya, bahwa pintu-pintu Surga dibuka pada dua hari tersebut, yaitu Senin dan Kamis. Pada saat inilah orang-orang Mukmin diampuni, kecuali dua orang Mukmin yang sedang bermusuhan. Dalil yang menguatkan hal ini adalah hadits yang termaktub dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

โ€œุชููู’ุชูŽุญู ุฃูŽุจู’ูˆูŽุงุจู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ุงุซู’ู†ูŽูŠู’ู†ู ูˆูŽูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ุฎูŽู…ููŠุณู ููŽูŠูุบู’ููŽุฑู ู„ููƒูู„ู‘ู ุนูŽุจู’ุฏู ู„ุงูŽ ูŠูุดู’ุฑููƒู ุจูุงู„ู„ู‡ู ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุฑูŽุฌูู„ุงู‹ ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ู ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุฃูŽุฎููŠู‡ู ุดูŽุญู’ู†ูŽุงุกูุŒ ููŽูŠูู‚ูŽุงู„ู: ุฃูŽู†ู’ุธูุฑููˆุง ู‡ูŽุฐูŽูŠู’ู†ู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุตู’ุทูŽู„ูุญูŽุงุŒ ุฃูŽู†ู’ุธูุฑููˆุง ู‡ูŽุฐูŽูŠู’ู†ู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุตู’ุทูŽู„ูุญูŽุงุŒ ุฃูŽู†ู’ุธูุฑููˆุง ู‡ูŽุฐูŽูŠู’ู†ู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุตู’ุทูŽู„ูุญูŽุง.โ€

โ€œPintu-pintu Surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun akan diampuni dosa-dosanya, kecuali seseorang yang antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan. [1] Lalu dikatakan, โ€˜Tundalah [2] pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengam-punan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai.โ€ [3]

Keutamaan dan keberkahan berikutnya, bahwa amal-amal manusia diperiksa di hadapan Allah Tabaaraka wa Taโ€™aalaa pada kedua hari ini. Sebagaimana yang terdapat dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu dari Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Beliau bersabda,

โ€œุชูุนู’ุฑูŽุถู ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ูููŠ ูƒูู„ู‘ู ุฌูู…ูุนูŽุฉู ู…ูŽุฑู‘ูŽุชูŽูŠู’ู†ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู’ู„ุงุซู’ู†ูŽูŠู’ู†ู ูˆูŽูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ุฎูŽู…ููŠุณู ููŽูŠูุบู’ููŽุฑู ู„ููƒูู„ู‘ู ุนูŽุจู’ุฏู ู…ูุคู’ู…ูู†ู ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุนูŽุจู’ุฏู‹ุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ู ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุฃูŽุฎููŠู‡ู ุดูŽุญู’ู†ูŽุงุกู.โ€

โ€œAmal-amal manusia diperiksa di hadapan Allah dalam setiap pekan (Jumuโ€™ah) dua kali, yaitu pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang beriman terampuni dosanya, kecuali seorang hamba yang antara dia dan saudaranya terjadi permusuhanโ€ฆโ€ [Al-Hadits] [4]

Karena itu, selayaknya bagi seorang Muslim untuk menjauhkan diri dari memusuhi saudaranya sesama Muslim, atau memutuskan hubungan dengannya, ataupun tidak memperdulikannya dan sifat-sifat tercela lainnya, sehingga kebaikan yang besar dari Allah Taโ€™ala ini tidak luput darinya.

2. Keutamaan hari Senin dan Kamis yang lainnya, bahwa Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam sangat antusias berpuasa pada kedua hari ini.
Sebagaimana yang terdapat dalam sebagian kitab hadits dari โ€˜Aisyah Rahiyallahu anhuma, ia mengatakan,

โ€œูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ูŠูŽุชูŽุญูŽุฑู‘ูŽู‰ ุตูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู’ู„ุฅูุซู’ู†ูŽูŠู’ู†ู ูˆูŽุงู„ู’ุฎูŽู…ููŠุณู.โ€

โ€Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam sangat antusias dan bersungguh-sungguh dalam melakukan puasa pada hari Senin dan Kamis โ€.[5]

Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam menyampaikan alasan puasanya pada kedua hari ini dengan sabdanya,

โ€œุชูุนู’ุฑูŽุถู ุงู„ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู’ู„ุฅูุซู’ู†ูŽูŠู’ู†ู ูˆูŽุงู„ู’ุฎูŽู…ููŠู’ุณู ููŽุฃูุญูุจู‘ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูุนู’ุฑูŽุถูŽ ุนูŽู…ูŽู„ููŠ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุตูŽุงุฆูู…ูŒ.โ€

โ€œAmal-amal manusia diperiksa pada setip hari Senin dan Kamis, maka aku menyukai amal perbuatanku diperiksa sedangkan aku dalam keadaan berpuasa.โ€ [HR. At-Tirmidzi dan lainnya] [6]

Dan dalam Shahih Muslim dari hadits Abu Qatadah Radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam pernah ditanya tentang puasa hari Senin, beliau Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam menjawab,

โ€œุฐูŽุงูƒูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŒ ูˆูู„ูุฏู’ุชู ูููŠู’ู‡ู ูˆูŽูŠูŽูˆู’ู…ูŒ ุจูุนูุซู’ุชู ุฃูŽูˆู’ ุฃูู†ู’ุฒูู„ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู‘ูŽ ูููŠู’ู‡ู.โ€

โ€œHari tersebut merupakan hari aku dilahirkan, dan hari aku diutus atau diturunkannya al-Qur-an kepadaku pada hari tersebut.โ€ [7]

Ash-Shanโ€™ani rahimahullah berkata, โ€œDan tidak ada kontradiksi antara dua alasan tersebut.โ€ [8]

Berdasarkan argumentasi dari hadits-hadits ini, maka disunnahkan bagi seorang Muslim untuk berpuasa pada dua hari ini, sebagai puasa tathawwuโ€™ (sunnah).

3. Keutamaan lain yang dimiliki hari Kamis, bahwa kebanyakan perjalanan (safar) Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam terjadi pada hari Kamis ini.
Beliau menyukai keluar untuk bepergian pada hari Kamis. Sebagaimana tercantum dalam Shahih al-Bukhari bahwa Kaโ€™ab bin Malik Radhiyallahu anhu mengatakan:

โ€œู„ูŽู‚ูŽู„ู‘ูŽู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ูŠูŽุฎู’ุฑูุฌู ุฅูุฐูŽุง ุฎูŽุฑูŽุฌูŽ ูููŠ ุณูŽููŽุฑู ุฅูู„ุงู‘ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ุฎูŽู…ููŠู’ุณู.โ€

โ€œSangat jarang Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam keluar (untuk melakukan perjalanan) kecuali pada hari Kamis.โ€
Dalam riwayat lain yang juga dari Kaโ€™ab bin Malik Radhiyallahu anhu:

โ€œุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุฎูŽุฑูŽุฌูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ุฎูŽู…ููŠู’ุณู ูููŠ ุบูŽุฒู’ูˆูŽุฉู ุชูŽุจููˆู’ูƒูŽ ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูุญูุจู‘ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฎู’ุฑูุฌูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ุฎูŽู…ููŠู’ุณู.โ€

โ€œBahwa Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam keluar pada hari Kamis di peperangan Tabuk, dan (memang) beliau suka keluar (untuk melakukan perjalanan) pada hari Kamis.โ€ [9]

Bersemangatlah di hari Senin.

-EDAP

(sumber : almanhaj. or. id)

Ditulis pada

Mengapa Harus Sejak Dini?

Menstimulasi anak dengan buku-buku bergizi sejak kecil sejatinya bukan untuk membuat mereka pintar saja, tetapi lebih untuk menanamkan kecintaan mereka dengan membaca. Faktanya, di Indonesia minat baca anak-anak masih rendah. ๐Ÿ˜”
.
Anak yang sudah disuguhi buku sejak kecil akan selalu tertarik dengan hal-hal yang besar. Mereka akan haus akan pengetahuan dan pastinya wawasannya lebih luas.
.
“Buat apa sih Mbak buang-buang duit untuk beli buku-buku mahal itu?”
.
Sudah sering saya mendengar pertanyaan seperti ini. Mungkin bagi sebagian orang, membelikan buku premium seperti #WWP #CPD atau #LittleAbid sejak kecil itu adalah hal yang sia-sia. Tapi tidak bagi saya yang ingin mewariskan ilmu untuk anak-anak.
Bahkan, seorang Bung Hatta saja rela dipenjara asal dengan buku-bukunya.
.
Buku itu investasi jangka panjang yang bisa dinikmati semua kalangan. Tidak perlu diservis, karena bukan barang elektronik. Perawatannya pun mudah, tinggal kita beri sampul dan dibersihkan dari debu-debu yang menempel.
.
Sebenarnya, dengan memberikan buku kepada anak, membuat saya sebagai orangtua ikut belajar lagi, loh. Kok, bisa?? Ya, tentu saja jika anak-anak bertanya, dan saya belum bisa menjawabnya, maka saya akan mencari jawaban di buku-buku itu. Dan, secara tidak langsung membuat saya juga ikut belajar, kan?
.
Tidak ada kata terlalu dini atau terlambat untuk menghadirkan buku sebagai teman belajar sambil bermain anak-anak.
.
So, pilihan ada di tangan kita ya, Ayah Bunda. Mau memberikan apa untuk bekal nutrisi otak anak kita??
.
-bety-

Ditulis pada

Tips agar Anak Suka Buku

“Jangan dulu bilang anak kita gak suka. Jangan-jangan ortunya yang masih malas bacain buku. Gak usah ngeles, soalnya aku juga dulu begitu.”
.
Sengaja aku kutip ya, parents. Gak apa-apa biar jleb. Sekalian remainder diri sendiri. Ya, dulu aku pernah ditahap itu. Padahal, sesibuk apa pun, kita bisa loh 10-15 menit saja bacakan anak-anak buku. Sebetulnya, aku saja menyesal karena telat, telmi kalau bisa dibilang.
.
Padahal, sudah tahu ilmunya. Dulu, pernahlah sedikit belajar pedagogik, tapi buat ngamalinnya? Aduuh, begitu banyak alasan yang seolah-olah gak ada jalan keluarnya.
.
Ini beberapa hal yang bikin kita enggan membacakan buku buat anak.
.
1. Anaknya masih kecil belum ngerti.
Jawabnya mudah. Sedini mungkin, bahkan kebiasaan sang ibu atau ayah membacakan buku sejak di kandungan saja, berpengaruh banget loh, parents. Buku cerita, buku agama, apalagi Al-Qur’an biasakanlah untuk dibacakan sedini mungkin.
.
2. Anaknya gak bisa diam.
Jawabnya juga mudah. Anak aktif pertanda dia sehat dan cerdas, jangan sia-siakan masa ini. Stimulus terus, atur jadwalnya. Sisihkan 5-10 menit saja menjelang waktu tidurnya, masa antengnya. Nah, di sini sifat gelombang otaknya menerima. Walau sedikit, tetapi efektif. Gak masalah parents. Asal konsisten. Nanti berhasil.
.
3. Gak ada waktu luang.
Jawabnya. Baiklah mungkin parents harus minta sama yang punya waktu, pengatur kehidupan kita (Allah) biar bisa dimudahkan dalam mendidik anak-anak.
.
4. Bukunya mahal.
Jawabannya. Gak harus yang premium. Yang sangat murah dengan harga variatif, sesuaikan dan banyak ikhtiarkan buat anak-anak. Jangan sampai beli buku 10 ribu perak gak bisa, tapi punten itu bapaknya “udut” kata orang Sunda mah sepanjang hari. Tepok jidat bapak. ๐Ÿ˜
.
5. Anaknya belum mengerti suka ngeroyok, ngerobek buku.
Jawabnya. Pilih buku-buku yang bahannya bukan dari kertas. Banyak banget modelnya dan harganya juga bervariasi. Lalu, pelan-pelan ajarkan anak merawat diri, merawat mainan dan merawat buku-bukunya. InshaAllah bisa. Asal konsisten.
.
Ini semua tahapan yang sudah aku lakukan sendiri loh, parents.
Sungguh sampai sekarang masih terus berusaha konsisten. Alhasil, anak-anakku yang aku Amini semua jadi suka buku. Yang paling kecil ke mana-mana maunya bawa buku, baca buku, betapa aku bahagia. Padahal, dulunya aku yang selalu banyak alasan.
Lihat anak cerdas berkembang pesat, semangat buat beli buku-buku Premium ini membuncah, parents. Semoga ada rezekinya. Bantu aminkan ya, parents.
.
Yuk, share pengalamannya.
.
_Manda Kynar

Ditulis pada

Setiap Orang Pasti Diuji, Jadi Jangan Pernah Iri

Jangan berpikir bahwa orang yang banyak harta, yang punya usaha di mana-mana, yang hidupnya terlihat bahagia dan beruntung, bukan berarti mereka tidak diuji.
.
Menjadi orang baik atau jahat, menjadi taat atau maksiat, ujian itu adalah sesuatu yang pasti, tidak ada satu manusia pun yang tidak Allah uji.
.
Bisa jadi, Allah sedang uji mereka dari sisi kesehatannya. Allah timpakan sakit yang berlarut-larut atau bisa jadi Allah uji dari sisi hubungannya dengan ibu/anak/istri/saudaranya yang kurang harmonis sehingga ia kurang merasakan kebahagiaan. Bisa jadi pula Allah uji dari sisi keimanannya, sehingga untuk melaksanakan shalat saja, ia tidak punya waktu dan berbagai bentuk ujian lainnya.
.
Jadi, jangan pernah berpikir bahwa kita adalah satu-satunya yang Allah uji. Tidak…!
Kenyataannya, kita semua sedang Allah uji dengan bentuk dan cara yang berbeda-beda, bersabarlah dan ikhlaslah agar ujian itu berbuah pahala di sisi Allah
.
.
Sumber : @murnisetya_ | Ummu Fatih
.
-Hikma-

Ditulis pada

Akhlak yang Baik

Sungguh, akhlak mulia adalah pemberian terbaik orangtua untuk anaknya, sekaligus hadiah terindah oleh anak untuk orangtuanya.

Coba lihat orangtua kita sekarang. Apa yang mereka inginkan dari kita?
Bukan harta kita.
Bukan pekerjaan kita.
Mereka hanya ingin kita menghargai mereka.
Menyayangi mereka.
Selalu meluangkan waktu untuk mereka.

Itu jauh lebih berharga dan membuat mereka bahagia.
Bersyukur sekali jika memang ada harta yang selalu kita sampaikan kepada mereka.

Kalau nanti usia kita sudah senja,
Kira-kira ingin anak kita seperti apa?
๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡

#belajarjadiorangtua #akhlakyangbaik #mendidikakhlakanak #berbuatbaikpadaorangtua

Ditulis pada

Putus asa merupakan sifat buruk pada diri kita.

Putus asa adalah sikap yang sangat pesimis, baru mencoba sekali, lalu bilang tidak bisa.
.
Ingat, pengalaman orang-orang hebat terdahulu. Contohnya Thomas Alfa Edison. Dia mencoba melakukan eksperimen sampai 1000 kali, baru bisa menemukan lampu.
.
Dan, yang terutama contohlah nabi besar kita, Nabi Muhammad SAW yang tidak pernah putus asa dalam mengajarkan dakwah kepada umatnya.
.
Putus asa merupakan sifat buruk pada diri kita.
.
Jika ditimpa musibah menjadi kehilangan gairah untuk hidup, kehilangan gairah untuk bekerja & beraktivitas sehari-hari, timbul perasaan sedih, merasa bersalah, lambat berpikir, menurunnya daya tahan tubuh, mudah jatuh sakit karena yang ada hanyalah pandangan kosong seolah terhimpit oleh beban yang sangat berat berada di,pundaknya, sehingga putus asa meracuni kehidupan kita.
.
Simak ayat berikut:
.
โ€˜Manusia tidak jemu memohon kebaikan dan jika mereka ditimpa malapetaka, dia menjadi putus asa dan putus harapan.โ€™ (QS Fushilat : 49)
.
Pada surat Al Insyirah:
ุฃูŽู„ูŽู…ู’ ู†ูŽุดู’ุฑูŽุญู’ ู„ูŽูƒูŽ ุตูŽุฏู’ุฑูŽูƒูŽ (1) ูˆูŽูˆูŽุถูŽุนู’ู†ูŽุง ุนูŽู†ู’ูƒูŽ ูˆูุฒู’ุฑูŽูƒูŽ (2) ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุฃูŽู†ู’ู‚ูŽุถูŽ ุธูŽู‡ู’ุฑูŽูƒูŽ (3) ูˆูŽุฑูŽููŽุนู’ู†ูŽุง ู„ูŽูƒูŽ ุฐููƒู’ุฑูŽูƒูŽ (4) ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู’ุนูุณู’ุฑู ูŠูุณู’ุฑู‹ุง (5) ุฅูู†ู‘ูŽ ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู’ุนูุณู’ุฑู ูŠูุณู’ุฑู‹ุง (6) ููŽุฅูุฐูŽุง ููŽุฑูŽุบู’ุชูŽ ููŽุงู†ู’ุตูŽุจู’ (7) ูˆูŽุฅูู„ูŽู‰ ุฑูŽุจู‘ููƒูŽ ููŽุงุฑู’ุบูŽุจู’ (8)
.
Artinya :
โ€œBukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? (1) Dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu,(2) yang memberatkan punggungmu? (3) Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu. (4) Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, (5) sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (6) Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, (7) dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.(8)โ€
.
Ayat-ayat di atas berisi kandungan;

1โƒฃ. Sabar atau berlapang adalah kunci menghilangkan kesulitan, rintangan dan cobaan.
.
Kita harus menerima ujian dari Allah SWT dengan hati yang tenang (sabar dan ikhlas) agar beban yang dipikul kita tidak terasa.

2โƒฃ. Di balik kesulitan itu ada kemudahan.
.
Ulet adalah sifat yang harus kita miliki. Orang yang ulet akan selalu mencari jalan keluar dalam memecahkan masalah.
.
Tentunya dengan disertai sabar dan tidak mudah putus asa.

3โƒฃ. Bekerja keras disertai niat sungguh-sungguh, insya Allah keinginan kita dapat terkabul.
.
Orang yang terbiasa hidup kerja keras, mereka selalu bekerja menyelesaikan masalah yang belum tuntas.
.
Pekerja keras juga orang yang pandai membagi waktu. Bayangkan saja, apabila mereka menggunakan waktu untuk nongkrong di pinggir trotoar, hidup mereka tidak akan sukses.
.
Karena sesungguhnya kebanyakan orang sukses berawal dari kerja keras.
.
Berusaha dari nol dan pantang menyerah.
.
Sumber: Arsyadini
.
-MM-

Ditulis pada

Hayooo… Tebaklah Siapa Aku?

Tahu enggak, ini adalah salah satu judul buku dari seri buku Cakrawala Pengetahuan Dasar? Menarik, kan?

Eits, jangan sampai salah tebak. Ini bukan disuruh tebak modelnya loh, yaaaa. ๐Ÿ˜€

Buku seru untuk belajar, mengembangkan kreativitas dan imajinasi anak. Terus, manfaatnya apa lagi?
Banyaaaaaakkk, deh! Kepoin sendiri aja, yuk…

#CakrawalaPengetahuanDasar
#HafizDoll
#ProdukEdukasiAnak
#Hafizdoll.ID

Ditulis pada

Standart Operational Procedure Pemberian Gawai untuk Anak

Dear ayah bunda,

Ini acuan panduan penggunaan gadget untuk para kiddos yang saya ambil dari Yayasan Kita dan Buah Hati dan American Academy of Pediatrics.

Hal ini sudah berkali-kali dibahas di seminar, baik online maupun offline.

Gadget itu ibarat pedang atau senjata lainnya. Dia sangat bermanfaat kalau digunakan dengan tepat. Namun, dia juga bisa berbahaya dan mencelakakan kalau digunakan oleh orang yang tidak tepat. Jadi, jangan musuhin gadget. Bersahabatlah dengannya. Bersahabat artinya harus saling memahami, kan? ๐Ÿ˜

Nah, kenapa saya selalu cerewet untuk mengenalkan buku sejak balita? Bukan hanya karena manfaat membaca yang luar biasa, tetapi juga karena gempuran gadget di luar sana. Percayalah, tanpa kita stimulasi, anak kita dengan sendirinya akan tertarik dengan gadget, kok. Jadi, enggak usah khawatir ‘ketinggalan zaman’ gegara telat ngenalin gadget. Mereka akan dengan sangat cepat beradaptasi.

Berbeda halnya dengan buku. Kalau enggak di stimulasi sejak awal, bisa-bisa begitu besar, mereka tanya, “Apa ini? Kok, enggak touch screen?” Eeeh, beneran, lhooo! Ada anak usia setahun yang buka buku dengan geser-geser jarinya seperti memegang gadget. Duh, saya kok enggak tega mau ngerekamnya waktu itu. ๐Ÿ˜ฉ๐Ÿ˜ฐ

Pengalaman saya, anak yang sudah cinta baca dan suka buku, mereka akan lebih mudah diatur ketika pake gadget. Jatuh cinta sih, tapi mereka udah punya cinta pertama, cinta ke buku.

Sekali lagi, ini panduan. Mau seketat apa pelaksanaannya, mari diskusi cantik dengan para pemilik mata bening yang bisa bikin melting di rumah kita… ๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

Ditulis oleh :
Bunda Ary Indriyani